KENDURI LAOT ALA TEUNOM

Calang- Suasana keakraban dan persaudaraan yang sangat kental itulah yang terbesit dalam hati, dari ujung jembatan gantung alu ambang teunom yang berwarna kuning itu sudah mulai terdengar suara shalawat nabi Muhammad SAW pertanda acara sudah dimulai, beberapa saat kemudian perahu nelayan datang menjemput Wakil Bupati Tgk.Maulidi, Asisten I Ichwan S.Sos, Camat teunom Hendri Kusnadi,Spd, Kepala Dinas Bpbd Amren Sayuna,SE dan Kabag Humas Sofyan Rasyid serta beberapa staf lainya kamis 30 Januari 2014
Jam sudah menunjukkan pukul 11.56
matahari yang terik sangat terasa membakar kulit, rombongan sudah duduk didalam
perahu nelayan yang berukuran sedang terbuat dari kayu dan siap untuk berangkat
kepinggir pantai lhok teunom yang jaraknya sekitar dua kilo dari jembatan
gantung alu ambang, perjalanan kami hanya butuh waktu beberapa menit saja
ketempat acara itu, sesampai disana kami sudah mulai bergabung dengan
masyarakat yang sedang khusu’ membacakan shalawat badar sambil berdiri dibawah
pohon cemara dan teratak yang atapnya sudah bocor, bergegas kami juga bergabung
didalamnya, tidak hanya nelayan dan para wakil bupati serta orang tua saja yang
mengikuti acara ini akan tetapi anak-anak dan para anak yatim juga turut
menghadiri undangan itu. Keakraban dan persaudaraan sangat terlihat, dari
kejauhan tampak ibuk-ibuk dan juga bapak-bapak sedang mempersiapkan nasi yang
terbungkus dangan daun pisang “bu kulah” serta lauk pauk dari hasil
laut dan juga daging kerbau sebagai makan siang untuk para undangan, tak ada
yang tak mungkin jika kita mau melaksanakan secara bersama-sama.
Said selaku panglima laot lhok
teunom menyampaikan bahwa acara ini dilaksanakan setiap tahun, serta harus
dikembangkan kepada anak cucu nantinya, said juga berharap perhatian dari
pemerintah terhadap para nelayan lebih kurang 300 orang yang ada dikecamatan
lhok teunom “kamoe meuharap bak bapak wakil bupati agar neu peuget balee untuk
acara yang lagenyoe rupa keu kamoe khusus jih didesa lhok teunomnyoe” pintanya
sambil tersenyum. Said juga berharap kepada wakil bupati agar didirikan sebuah
balai untuk acara kenduri laot yang diadakan setiap tahun itu.
Wakil Bupati Aceh Jaya Tgk
Maulidi dalam arahannya menyampaikan Kenduri laot memang sudah menjadi suatu
tradisi turun-temurun dikalangan orang Aceh dan juga Aceh Jaya khususnya,
sebagai rasa syukur kepada sang khalik atas limpahan rahmat yang telah Allah
berikan melalui hasil laut sebagai tempat mencari rizki dalam menompang
kehidupan keluarga masyarakat. Kenduri laot juga merupakan budaya kearifan lokal
yang harus dilestarikan secara turun temurun kepada generasi selanjutnya
sehingga dengan kenduri laot diharapkan dapat memperkuat eksistensi lembaga
hukom adat panglima laot nantinya. Wakil bupati juga menyambut baik atas permintaan
dari panglima laot tentang pendirian balai
tempat kenduri adat laot nantinya.
Komentar
Posting Komentar