MAKALAH ILMU KOMUNIKASI BISNIS
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,
atas berkat dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah kelompok mata
kuliah Komunikasi Bisnis yang berjudul “Ilmu Komunikasi Bisnis”.
Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari bahwa banyak
pihak yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk membantu, membimbing, dan
memberi motivasi kepada kami. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami ingin
mengucapkan terimakasih kepada Bapak Drs. Humaizi, MA selaku dosen mata kuliah
Komunikasi Bisnis, dan teman-teman Departemen Ilmu Administrasi Bisnis angkatan
2014 Kelas A.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat sebagai referensi
pemikiran bagi pihak-pihak yang membutuhkan, terutama para teman mahasiswa dan
terlebih lagi bagi penyusun sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan dan penyelesaian
makalah ini, terdapat banyak kekurangan dan kesalahan. Oleh sebab itu, kami
sangat mengharapakan kritik dan saran yang konstruktif dari pembaca agar dapat
menjadi perbaikan bagi kami untuk makalah selanjutnya.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya.
CALANG, 15/11/2017
Hormat kami,
DAFTAR ISI
1. BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang………………………………………………………………………
1.2
Tujuan………………………………………………………………………………...
1.3 Rumusan
Masalah………………………………………………………………….
2. BAB II : PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Komunikasi dan Komunikasi Bisnis……………………
2.2 Unsur-unsur Komunikasi………………………………………………………..
2.3 Bentuk Dasar Komunikasi……………………………………………………….
2.4 Proses Komunikasi………………………………………………………………….
2.5 Memahami Komunikasi Bisnis………………………………………………..
3. BAB III : PENUTUP
3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………..
3.2 Saran…………………………………………………………………………………….
4. DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia merupakan makhluk sosial yang harus berinteraksi
dengan sesamanya dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Untuk dapat saling
berinteraksi satu dengan yang lainnya, manusia perlu menggunakan suatu proses
penyampaian informasi yang disebut proses komunikasi. Sebagai pembahasan
lanjutan, makalah ini juga akan mengupas penggunaan komunikasi oleh manusia
dalam berbisnis, yang popular disebut komunikasi bisnis.
Pada dasarnya, komunikasi yang dilakukan haruslah komunikasi
yang efektif. Suatu proses komunikasi dapat dikatakan komunikasi yang efektif
apabila informasi yang disampaikan oleh sumber (komunikator) tidak hanya
menambah imu pengetahuan si penerima (komunikan), namun juga memberi
efek/pengaruh bahkan ia sudah mau melakukan apa yang dikehendaki komunikator
tersebut.
Untuk dapat melakukan komunikasi yang efektif diatas, kita
harus mengetahui dengan jelas apa yang dimaksud dengan komunikasi, bentuk dasar
komunikasi, proses komunikasi, unsur-unsur komunikasi serta apa itu komunikasi
bisnis.
1.2 Tujuan
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi tugas
sebagai salah satu kategori penilaian mata kuliah Komunikasi Bisnis. Selain
itu, juga bertujuan agar penyusun dan pembaca dapat memahami komunikasi
(bisnis) dengan baik, sehingga mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam
berinteraksi sehari-harinya dengan teman sesama mahasiswa, dosen, maupun
masyarakat luas.
1.3 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apakah pengertian
komunikasi ?
2. Apa-apa saja unsur-unsur
komunikasi ?
3. Bagaimanakah bentuk dasar
dan tipe komunikasi ?
4. Bagaimana proses/tahapan
komunikasi ?
5. Bagaimanakah cara
memahami komunikasi bisnis ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Komunikasi dan Komunikasi Bisnis
Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar
individu melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol,
sinyal-sinyal, maupun perilaku ataupun tindakan. Beberapa definisi komunikasi
menurut para ahli adalah sebagai berikut :
1) Murphy; komunikasi adalah seluruh proses yang diperlukan
untuk mencapai pikiran-pikiran yang dimaksud oleh orang lain
2) Harwood; komunikasi didefinisikan sebagai proses untuk
membangkitkan perhatian orang lain yang bertujuan untuk menjalin kembali
ingatan-ingatan
3) Hovland; komunikasi merupakan proses dimana seseorang
(komunikator) mengirimkan stimuli (biasanya dengan simbol-simbol verbal ) untuk
mengubah perilaku orang lain (komunikan)
Dari definisi para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
komunikasi merupakan proses kegiatan pengoperan / penyampaian warta atau berita
/informasi yang mengandung arti dari satu pihak (seseorang/tempat) kepada pihak
(seseorang/tempat) lain, dalam usaha mendapatkan saling pengertian.
Komunikasi bisnis ialah komunikasi yang digunakan dalam
dunia bisnis yang mencakup berbagai macam bentuk komunikasi, baik verbal maupun
nonverbal untuk mencapai tujuan tertentu.
2.2 Unsur-Unsur Komunikasi
Unsur-unsur komunikasi ialah sebagai berikut :
1. Sumber
Sumber atau disebut juga komunikator, merupakan pihak yang
memiliki informasi kemudian menyampaikannya kepada penerima (komunikan). Dalam
komunikasi antarmanusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, tetapi bisa juga
dalam bentuk kelompok, misalnya : partai, organisasi, dan lembaga.
2. Proses
Encoding
Encoding adalah proses mengubah (konversi) informasi dari
suatu sumber (komunikator) menjadi data, yang selanjutnya dikirimkan ke
penerima atau pengamat.
2
3. Pesan
Pesan yang dimaksud dalam proses komunikasi adalah sesuatu
yang disampaikan pengirim kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara
tatap muka atau melalui media komunikasi. Isinya bisa berupa ilmu pengetahuan,
hiburan, informasi, nasihat, atau propaganda.
4. Media
Media yang dimaksud disini ialah alat yang digunakan untuk
memindahkan pesan dari sumber kepada penerima.
4
5. Gangguan
Gangguan atau noise
adalah hal yang mendistorsi pesan. Suatu komunikasi dianggap mengalami gangguan
apabila terjadi ketidaksesuaian pesan antara yang dikirim dengan yang diterima.
6. Lingkungan
Lingkungan atau situasi adalah faktor-faktor tertentu yang
dapat mempengaruhi jalannya komunikasi. Faktor ini dapat digolongkan atas empat
macam, yakni lingkungan fisik, lingkungan sosial budaya, lingkungan psikologis,
dan dimensi waktu.
7
7. Proses
Decoding
Decoding adalah proses kebalikan dari encoding, yaitu
konversi data yang telah dikirimkan oleh sumber menjadi informasi yang
dimengerti oleh penerima.
8. Penerima
Penerima adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang
dikirim oleh sumber. Penerima bisa terdiri dari satu orang atau lebih, bisa
dalam bentuk kelompok, partai atau negara.
9. Pengaruh
Pengaruh atau efek adalah perbedaan antara apa yang
dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima
pesan.
10.Tanggapan
Balik
Ada yang berpendapat bahwa umpan balik sebenarnya adalah
salah satu bentuk daripada pengaruh yang berasal dari penerima. Akan tetapi
sebenarnya umpan balik bisa juga berasal dari unsur lain seperti pesan dan
media, meski pesan belum sampai pada penerima.
2.3 Bentuk Dasar Komunikasi
Pada dasarnya, komunikasi terdiri atas dua bentuk, yaitu
komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.
A. Komunikasi
Verbal
Verbal adalah pernyataan lisan antar manusia lewat kata-kata
dan simbol umum yang sudah disepakati antar individu, kelompok, bangsa dan
Negara. Jadi definisi komunikasi verbal dapat disimpulkan bahwa komunikasi yang
menggunakan kata-kata secara lisan dengan secara sadar dilakukan oleh manusia
untuk behubungan dengan manusia lain.
Menurut Larry L. Barker, bahasa memiliki tiga fungsi:
1. Penamaan (naming
atau labeling)
Penamaan atau penjulukan merujuk pada usaha mengidentifikasi
objek, tindakan, atau orang dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk
dalam komunikasi.
2. Interaksi
Fungsi interaksi menekankan berbagi gagasan dan emosi, yang
dapat mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan.
3. Transmisi
Informasi yang kita terima setiap hari, sejak bangun tidur
sampai tidur kembali, dari orang lain secara langsung maupun tidak langsung
(dari media massa), inilah yang kita sebut sebagai fungsi transmisi.
Book mengemukakan, agar komunikasi kita berhasil, setidaknya
bahasa harus memenuhi tiga fungsi :
1. Untuk mengenal
dunia di sekitar kita
2. Berhubungan
dengan orang lain
3. Menciptakan
koherensi dalam kehidupan kita
Ada beberapa hal yang menyebabkan fungsi tersebut tidak
berjalan dengan baik yaitu keterbatasan bahasa. Maksudnya adalah adanya
perbedaan arti atas penamaan atas hambatan lain saat anda sedang berkomunikasi.
Adapun hal-hal tersebut adalah sebagai berikut :
· Keterbatasan
kata-kata yang mewakili sebuah objek
· Kata-kata
yang bersifat ambigu dan kontekstual
· Kata-kata
yang mengandung bias budaya
· Bahasa dapat
dipandang sebagai perluasan bahasa.
Ketika berkomunikasi, kita menerjemahkan gagasan dalam
bentuk lambang (verbal atau nonverbal). Bahasa ialah alat yang digunakan untuk
proses penyandian, namun memiliki keterbatasan. Untuk itu diperlukan kecermatan
dalam berbicara, bagaimana mencocokkan kata dengan keadaan sebenarnya,
bagaimana menghilangkan kebiasaan berbahasa yang menyebabkan kerancuan dan
kesalahpahaman.
B. Komunikasi
Nonverbal
Komunikasi nonverbal merupakan salah satu bentuk komunikasi
yang sering digunakan dalam presentasi, dimana penyampaiannya bukan dengan
kata-kata, tetapi melalui gerakan-gerakan anggota tubuh yang sering dikenal
dengan istilah bahasa isyarat atau body language. Selain itu, penggunaan bahasa
nonverbal dapat melalui kontak mata,
penggunaan objek seperti pakaian,
potongan rambut, dan penggunaan simbol-simbol.
Pengertian komunikasi nonverbal menurut Larry A. Samovar dan
Richard Porter adalah pencakupan semua ransangan dalam suatu setting komunikasi
yang dihasilkan suatu individu dan penggunaan lingkungan oleh individu, yang
mempunyai nilai potensial bagi pengirim atau penerima, baik disengaja atau
tidak.
Jenis dari komunikasi nonverbal secara umum dikenal dan
digunakan untuk memperkaya komunikasi verbal, yang terdiri atas :
1. Bahasa isyarat
2. Ekspresi wajah
3. Sandi
4. Simbol
5. Warna
6. Parabahasa
7. Busana
Fungsi-fungsi yang dipakai dalam komunikasi nonverbal adalah
:
1. Fungsi
Repetisi
Perilaku nonverbal dapat mengulangi perilaku verbal.
Misalnya menganggukkan kepala ketika mengatakan “ya”.
2. Fungsi
Substitusi
Perilaku nonverbal dapat menggantikan perilaku verbal, jadi
kita tidak perlu mengungkapkannya dengan kata-kata. Misalnya menggelengkan
kepala ketika diajak ketempat sesuatu, yang berarti gelengan kepala = tidak
mau/tidak bisa.
3. Fungsi
Regulator
Perilaku nonverbal dapat meregulasi perilaku verbal.
Misalnya ketika kuliah sudah mulai berakhir, mahasiswa yang duduk di depan
melihat jam tangannya 2 sampai 3 kali agar dosen segera menyadarinya.
4. Fungsi
Kontradiksi
Perilaku nonverbal dapat bertentangan atau membantah
perilaku verbal. Contohnya Anda memuji prestasi teman, tapi Anda mengatakannya
sambil mencibirkan lidah.
Komunikasi memiliki nilai tersendiri sehingga membuat dia
begitu penting dalam berkomunikasi. Diantaranya yaitu ; komunikasi nonverbal
berperan dalam menyampaikan perasaan dan emosi, mampu mendeteksi kejujuran dan
kebohongan seseorang, serta sifatnya yang begitu efisien.
2.4 Proses Komunikasi
Menurut Thil dan Bovee dalam Business Communications Today,
terdapat enam tahap dalam proses komunikasi :
1. Pengirim
mempunyai suatu ide atau gagasan
2. Pengirim
mengubah ide menjadi suatu pesan
3. Pengirim
menyampaikan pesan
4. Penerima
menerima pesan
5. Penerima
menaksirkan pesan
6. Penerima
memberi tanggapan dan mengirim umpan balik kepada pengirim
2.5 Memahami Komunikasi Bisnis
Tujuan komunikasi bisnis antar pribadi sesama rekan bisnis
ialah:
§ Menyampaikan informasi
bisnis
§ Berbagi pengalaman
bisnis
§ Menumbuhkan simpati
§ Melakukan kerjasama
bisnis
§ Menceritakan kekecewaan
atau kesalahan
§ Menumbuhkan
motivasi bisnis
Hal yang patut
diperhatikan untuk mencapai kesepahaman
dalam komunikasi pada organisasi
/ bisnis :
a. Empat gaya
kepemimpinan
· Pengarahan
(directing); Karyawan belum memiliki pengalaman yang cukup dalam menyelesaikan
pekerjaan
· Pembekalan
(coaching); Karyawan telah memiliki pengalaman yang cukup dalam menyelesaikan
pekerjaan
· Dukungan
(supporting); Karyawan telah mengenal teknik-teknik yang dituntut dan telah
mengembangkan hubungan yang baik dengan seorang manajer
· Pendelegasian (delegating); Karyawan telah memahami dengan
baik tugas-tugas pekerjaan yang harus diselesaikan, sehingga mereka layak untuk
menerima pendelegasian tugas dari manajer
b. Gaya
Kepemimpinan Situasional
· Keterampilan
Analitis (analitical skills)
· Keterampilan
Fleksibillitas (flexibility skills)
· Keterampilan
Komunikasi (communications skills)
c. Kepemimpinan
Inti (Hellriegel dan Slocum)
· Pemberdayaan
(empowerment)
· Intuisi
(intuition)
· Pemahaman Diri
(self-understanding)
· Visi (vision)
· Kesesuaian Nilai
(value congruence)
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan apa yang sudah dipaparkan pada makalah ini, maka
dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut :
1. Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar
individu melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol,
sinyal-sinyal, maupun perilaku ataupun tindakan. Para ahli yang mengemukakan
pendapatnya pun relatif memulai pengertian komunikasi dengan kata “proses”,
jadi proses memiliki tempat utama dalam berkomunikasi.
2. Bentuk dasar komunikasi itu ada dua, yaitu komunikasi
verbal dan nonverbal dimana keduanya memperkaya cara manusia untuk
berkomunikasi serta keduanya saling bersinergi dalam mewujudkan komunikasi yang
efektif.
3. Proses-proses yang ada dalam komunikasi mengandung
komponen/unsur komunikasi, dimana proses yang dimulai dari pengirim mempunyai
ide sampai penerima mulai memberikan feedback dan menampakkan efek, keseluruhan
proses itu merepresentasikan bahwa komunikasi memiliki keteraturan yang mungkin
tidak disadari komunikator dan komunikan.
4. Komunikasi juga mengambil peranan penting dalam kegiatan
bisnis manusia yang meliputi tujuan-tujuan tertentu untuk penyampaikan
informasi bisnis, berbagi pengalaman bisnis, menjalin mitra kerjasama,
pembuatan surat bisnis, dan lain sebagainya. Sehingga bila komunikasi bisnis
dilakukan dengan baik, maka urusan dalam bisnis tersebut akan berjalan lancar.
3.2 Saran
Saran yang bisa kami berikan berdasarkan ulasan yang
terdapat pada makalah ini adalah :
1. Perlu pemahaman
intensif oleh setiap orang yang ingin berkomunikasi pada proses dan unsur
komunikasi agar pesan yang disampaikannya mampu dipahami atau bahkan dituruti
oleh penerima
2. Sebaiknya agar komunikasi berjalan lebih efektif dan
efisien, pelaku dalam komunikasi harus mengetahui dan memahami bentuk dasar
komunikasi dan mengimplementasikannya dalam percakapan sehari-hari
3. Dalam memuluskan
urusan bisnis, perlu sekiranya pengoptimalan aspek-aspek serta
pendekatan-pendekatan yang ada dalam komunikasi bisnis, karena komunikasi
adalah hal dasar dalam penyampaian ide bisnis tersebut
DAFTAR PUSTAKA
Cangara,Hafied. Pengantar Ilmu Komunikasi. PT. Raja Grafindo
Persada, Jakarta. 2006
http://studycommunication.wordpress.com/2012/10/13/teori-komunikasi-komunikasi-verbal/
3. http://riswantohidayat.wordpress.com/komunikasi/komunikasi-
Komentar
Posting Komentar